7 Jenis Restrukturisasi Kredit dan Skemanya yang Perlu Diketahui
Kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil membuat banyak orang mengalami kesulitan membayar cicilan kredit. Mulai dari pengusaha sampai karyawan biasa, restrukturisasi kredit sering jadi jalan keluar. Supaya tidak salah langkah, kamu perlu tahu apa saja jenis restrukturisasi kredit yang bisa dipilih.
Memahami jenis restrukturisasi kredit itu penting, apalagi kalau kamu lagi punya kewajiban kredit. Kalau tidak paham skemanya, bukan tidak mungkin malah memperburuk kondisi keuangan. Dengan tahu jenisnya, kamu bisa memilih solusi yang paling tepat sesuai kemampuan finansial kamu.
Apa Itu Restrukturisasi Kredit?
Restrukturisasi kredit adalah upaya penyesuaian kembali syarat-syarat kredit agar debitur bisa tetap melanjutkan kewajiban pembayarannya. Ini biasanya dilakukan ketika debitur mengalami kesulitan bayar cicilan karena kondisi ekonomi yang nggak mendukung.
Proses restrukturisasi melibatkan kesepakatan baru antara debitur dengan pihak bank atau lembaga keuangan. Tujuan utama restrukturisasi kredit adalah meringankan beban debitur agar tetap bisa memenuhi kewajiban membayar. Dengan begitu, kreditur juga tidak mengalami kerugian besar. Bentuknya bisa bermacam-macam, tergantung dari kondisi dan kesepakatan kedua belah pihak.
Jenis-Jenis Restrukturisasi Kredit
Restrukturisasi kredit tidak cuma satu. Ada beberapa opsi skema yang bisa kamu pilih sesuai kondisi keuangan, yaitu:
1. Penurunan Suku Bunga Kredit
Jenis yang pertama adalah penurunan suku bunga kredit. Skema ini dilakukan dengan menurunkan bunga kredit agar cicilan jadi lebih ringan. Biasanya dipilih oleh debitur yang mengalami penurunan penghasilan. Dengan bunga lebih rendah, pembayaran kredit bisa jadi lebih ringan. Meski begitu, biasanya berlaku untuk jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan.
2. Perpanjangan Jangka Waktu Kredit (Tenor)
Jika penghasilan tidak cukup untuk bayar cicilan bulanan, skema perpanjangan tenor bisa jadi solusi. Caranya dengan memperpanjang masa pinjaman supaya cicilan per bulan lebih kecil. Namun, kamu harus ingat kalau total bunga yang dibayar bisa jadi lebih besar. Skema ini sering menjadi pilihan debitur yang mengalami penurunan pemasukan jangka panjang. Opsi ini pas untuk kamu yang ingin tetap menjaga arus kas tetap aman.
3. Pengurangan Tunggakan Bunga Kredit
Sementara itu, jika kamu sudah mengalami terlambat bayar dan sudah menunggak cukup lama, skema pengurangan tunggakan bunga bisa jadi salah satu opsi. Artinya, sebagian bunga menunggak bisa dihapuskan agar kamu fokus bayar pokok utangnya. Ini dapat meringankan beban cicilan yang numpuk
Biasanya, pengurangan bunga dilakukan dengan syarat tertentu yang sudah disepakati sebelumnya bersama kreditur. Tujuannya supaya pokok kredit tetap bisa dibayar, tanpa harus terlalu terbebani oleh bunga.
4. Pengurangan Pokok Kredit
Kalau kondisinya sudah cukup berat dan debitur dianggap benar-benar tidak mampu membayar, dapat dilakukan pengurangan pokok kredit. Ini artinya, sebagian pokok utang kamu dikurangi oleh pihak kreditur. Biasanya, pengurangan pokok kredit dilakukan dalam kondisi khusus, misalnya debitur mengalami bencana besar atau situasi force majeure lainnya. Namun, kalau memenuhi syaratnya, skema ini bisa menjadi penyelamat keuangan. Intinya, harus ada negosiasi intens dengan pihak pemberi kredit.
5. Penambahan Fasilitas Kredit
Ada juga skema penambahan fasilitas kredit, yaitu pihak bank atau lembaga keuangan memberi kredit tambahan. Tujuannya supaya debitur bisa membayarkan kewajiban sebelumnya atau menjaga kelangsungan usahanya. Namun, penambahan kredit tentu harus dipertimbangkan dengan matang agar tidak semakin memberatkan finansial. Biasanya skema ini dipilih oleh individu yang mengalami kesulitan keuangan sementara.
Dengan tambahan kredit, arus kas bisa kembali normal sehingga bisa memenuhi kewajiban membayar. Meski begitu, tetap ingat bahwa tetap harus ada rencana pembayaran yang jelas agar tidak makin menumpuk utang.
6. Konversi Kredit Menjadi Penyertaan Modal Sementara (PMS)
Dalam skema ini, kredit yang macet diubah menjadi saham sementara di perusahaan debitur. Biasanya, diterapkan pada debitur yang berupa badan usaha atau perusahaan, bukan individu. Dengan cara ini, kreditur jadi punya hak kepemilikan sementara atas perusahaan debitur. Nantinya, setelah perusahaan kembali sehat, kreditur bisa melepas kembali penyertaan modal tersebut. Skema ini lebih sering dipakai untuk restrukturisasi dalam skala besar.
7. Grace Period
Selain keenam skema tadi, ada juga opsi grace period atau penangguhan pembayaran cicilan pokok. Dalam skema ini, debitur diberi waktu tunda untuk membayar pokok kredit, biasanya selama beberapa bulan. Namun, selama masa penangguhan tersebut, kamu tetap wajib membayar bunga kreditnya. Grace period biasanya diberikan kepada debitur yang mengalami penurunan penghasilan sementara.
Dengan skema ini, kamu bisa fokus dulu pada pengeluaran lainnya yang lebih mendesak tanpa harus menambah tunggakan pokok utang. Biasanya grace period diberikan 3 sampai 12 bulan tergantung kesepakatan dengan kreditur.
Skema Restrukturisasi Kredit
Selain untuk individu, restrukturisasi kredit juga banyak diterapkan untuk kredit menengah dan korporasi. Skema untuk bisnis skala menengah dan korporasi biasanya lebih kompleks, apalagi kalau nilai pinjamannya besar.
Tujuannya jelas, agar perusahaan tetap bisa menjalankan operasionalnya. Beberapa skema yang biasa digunakan antara lain project financing restructuring atau convertible debt. Dalam prosesnya, debitur dan kreditur biasanya akan melakukan negosiasi intens untuk mencari jalan tengah.
Bahkan, restrukturisasi bisa melibatkan konversi kredit menjadi obligasi atau saham. Proses restrukturisasi untuk korporasi seringkali melibatkan pihak ketiga seperti investor atau lembaga keuangan lainnya. Perusahaan juga wajib menyusun business plan sebagai dasar pertimbangan restrukturisasi. Ini penting supaya proses restrukturisasi bisa berjalan efektif dan adil untuk semua pihak yang terlibat.
Restrukturisasi kredit bisa jadi penyelamat finansial saat kamu kesulitan membayar kewajiban. Tapi tentu saja, kamu harus paham dulu apa saja jenis-jenis restrukturisasi kredit yang ada. Dengan begitu, kamu bisa memilih skema yang paling sesuai dengan kondisi keuanganmu. Biar tidak salah langkah, ada baiknya kamu cek dulu kondisi finansial dan skor kredit. Yuk, langsung cek skor kredit kamu sekarang juga di Skorku biar proses pengajuan restrukturisasi kredit lebih mudah dan tepat sasaran!
