Apa Itu Plafon Bank? Pengertian, Fungsi, dan Cara Menentukan
Pernah menemukan kasus plafon kredit antara satu orang dengan orang lainnya berbeda padahal gaji mereka sama? Ternyata proses menentukan plafon pinjaman itu tidak sembarangan dan ada faktor yang mempengaruhinya, loh. Biar makin jelas, coba kamu simak artikel terkait apa itu plafon bank dan cara menentukannya berikut ini.
Apa Itu Plafon Bank?
Plafond bank adalah nilai pinjaman maksimal yang dapat diberikan kreditur kepada debitur. Dalam hal ini kreditur adalah lembaga keuangan seperti bank, sementara debitur adalah individu atau perseorangan. Plafon juga dapat diartikan dengan limit pinjaman, jadi lembaga keuangan akan menyesuaikan nominalnya sesuai kemampuan nasabah.
Untuk menghitung limit pinjaman, tentunya bank tidak melakukannya secara sembarangan. Bank menggunakan rumus, logika finansial, hingga mempertimbangkan risiko di baliknya. Di dunia kredit, ada beberapa jenis plafon yang dapat kamu temukan. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Plafon Kredit Produktif
Ini adalah limit pinjaman untuk jenis kredit yang sifatnya produktif atau menghasilkan keuntungan. Contohnya plafon kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit UMKM. Adapun besaran limitnya tergantung pada laporan keuangan dan performa usaha.
2. Plafon Kredit Konsumtif
Kredit konsumtif adalah jenis pinjaman yang sifatnya untuk membiayai kebutuhan hidup atau gaya hidup seseorang. Misalnya kredit kendaraan, KPR, renovasi rumah, atau pinjaman personal seperti KTA. Pada kredit ini, kamu bisa mendapatkan nilai plafon dalam jumlah besar dan tenor yang panjang.
3. Plafon Multiguna
Kredit multiguna merupakan jenis pinjaman bank yang tidak terbatas pada satu jenis kebutuhan saja. Jadi, kamu bisa menggunakannya untuk berbagai kebutuhan seperti biaya berobat, renovasi rumah, biaya pendidikan, hingga modal usaha. Pada beberapa kasus, pinjaman multiguna memerlukan jaminan atau agunan berupa aset. Keuntungannya, suku bunganya lebih rendah dan plafon yang kamu dapatkan juga lebih banyak.
4. Plafon Revolving
Punya kartu kredit? Nah, plafon revolving itu adalah limit pinjaman yang dapat dipakai ulang. Ini bisa terjadi karena limit pinjaman akan kembali utuh atau terisi ulang setelah kamu melunasi pinjaman sebelumnya. Selain kartu kredit, contoh lain dari plafon revolving dapat kamu temukan pada kredit modal kerja revolving.
Fungsi Plafon Bank
Pada dasarnya plafond bank menjadi batasan untuk melindungi kedua belah pihak, baik debitur maupun kreditur. Setelah mengetahui apa itu plafon bank, berikut penjelasan lebih detail terkait fungsi plafon bank bagi nasabah dan lembaga pemberi pinjaman.
Bagi Bank atau Lembaga Pemberi Pinjaman
Plafon kredit berfungsi sebagai batas risiko bagi bank agar tidak memberikan pinjaman melebihi kemampuan bayar nasabah. Poin ini sangat penting guna menghindari risiko kredit macet. Bayangkan jika bank memaksa untuk menyetujui setiap pengajuan pinjaman yang masuk tanpa mempertimbangkan risikonya.
Kondisi ini bisa menyebabkan angka Non Performing Loan (NPL) meningkat. Kalau NPL meningkat, risikonya dapat menurunkan profitabilitas dan permodalan bank, menghambat penyaluran kredit baru, hingga masalah likuiditas.
Bagi Nasabah
Sekarang coba kita lihat fungsi plafon kredit dari kacamata nasabah. Adanya batasan pinjaman akan melindungi nasabah dari hal-hal berikut ini:
- Tidak Mengambil Pinjaman di Luar Kemampuan. Ini penting supaya kondisi finansial tidak kacau akibat utang yang menumpuk. Apalagi menurut survei OJK, pengajuan pinjaman di luar kemampuan adalah salah satu penyebab risiko gagal bayar paling banyak di Indonesia.
- Mencegah Risiko Gagal Bayar. Adanya batasan pinjaman akan menekan risiko gagal bayar nasabah. Nasabah juga berisiko rendah kehilangan aset yang dijadikan jaminan atau agunan.
- Menjaga Arus Keuangan Tetap Sehat. Limit pinjaman membantu kamu menyisakan ruang untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Dengan begitu penghasilan yang masuk tidak serta merta hanya untuk membayar cicilan.
Cara Menentukan Plafon Bank
Mengetahui apa itu plafon bank kurang lengkap kalau kamu belum tahu bagaimana cara menghitungnya. Untuk menghitung besaran kredit maksimal yang dapat diterima nasabah, ada beberapa faktor yang dipertimbangkan. Berikut adalah faktor-faktor yang memengaruhi besaran plafond bank seseorang.
1. Penghasilan Nasabah
Ini adalah salah satu faktor penting yang selalu diperhatikan oleh bank. Biasanya semakin besar pendapatan nasabah, semakin besar peluang nasabah untuk mendapatkan limit pinjaman yang tinggi.
2. Aset atau Agunan
Seperti yang kita tahu, di luar sana ada beberapa jenis pinjaman yang harus menggunakan jaminan. Pada kasus ini, jaminan yang diberikan nasabah dapat memengaruhi besar kecilnya nilai plafon. Semakin berharga jenis jaminannya, peluangmu untuk mendapatkan plafon yang tinggi juga semakin besar.
3. Riwayat Kredit
Bank memiliki kewenangan untuk mengecek riwayat kredit calon nasabah. Dalam kasus ini riwayat kredit akan digambarkan dalam bentuk angka yang dikenal sebagai skor kredit. Semakin tinggi skor kredit, bank akan melihat kamu sebagai nasabah dengan riwayat kredit yang baik. Begitu pula sebaliknya.
Biasanya bank akan memberikan plafon kredit lebih banyak pada nasabah dengan skor kredit yang baik. Oleh sebab itu, penting menjaga skor kredit tetap stabil. Gunakan aplikasi SkorKu untuk mendapatkan informasi terkait skor kredit terkini.
4. Rasio Utang
Bank juga melihat besaran rasio utang nasabah terhadap penghasilannya. Artinya, bank akan melihat jumlah pendapatan keseluruhan dibandingkan dengan cicilan pinjaman yang saat itu sedang berjalan. Kalau waktu itu kamu memiliki banyak cicilan yang masih aktif, kemungkinan besar nilai plafon yang kamu terima akan kecil. Hal ini mencegah risiko gagal bayar.
Setelah memahami faktor-faktor yang memengaruhi nilai plafon kredit nasabah, di bawah ini adalah contoh menghitung plafond bank pada kasus kredit tanpa agunan (KTA). Seseorang memiliki gaji sebesar Rp9.000.000 per bulan. Sementara itu, batas rasio utang yang ditetapkan bank adalah 35% dari total pendapatan nasabah.
Berdasarkan rasio utang di atas, nasabah hanya bisa mengambil cicilan maksimal sebesar Rp3.150.000. Jika bank memberikan bunga 1,5% per bulan dengan tenor 36 bulan, nasabah bisa menerima plafon pinjaman mulai Rp70 juta sampai Rp90 juta.
Itulah informasi mengenai apa itu plafon bank lengkap dengan cara menentukannya. Jika ingin mendapatkan plafon bank yang tinggi, pastikan kamu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!
Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber yang tercantum pada bagian referensi. Skorku tidak bertanggungjawab atas keakuratan dan keterkinian informasi yang terkandung di dalam artikel ini.
Referensi:
BTN. Diakses pada 2025. Plafon Bank Adalah: Pengertian & Cara Kerjanya
Investopedia. Diakses pada 2025. Maximum Loan Amount: Definition and Factors Lenders Consider
